Kepala tak berambut
by Bilal Ramman
Seakan hina kata-kata itu. Seakan hina bentuknya itu. Ada yang aneh dengan botak? Meski aku juga merasa hina dengan ini. Tapi kurasa botak itu unik. Botak itu antik. Hei ! jangan tertawa teman. Hanya orang tak berambut saja yang bisa merasakan semilir angin sepoi-sepoi berjalan di antara sela-sela rambut halusnya. Kau tak percaya ? kau boleh tanya para biksu di kuil sana. Botak itu menampakkan sifat asli seseorang. Merupakan salah satu cara untuk melatih rasa percaya diri seseorang. Hal ini berlaku bukan hanya untuk kaum Adam, tapi juga kaum Hawa.
Tapi aku larut dalam jurang kesedihan. Karena botak. Aku hilang kepercayaan. Karena botak. Seseorang menghindar dariku. Seakan tak mengakui lagi, siapa aku. Karena botak, harga diri dan martabatku turun.
Tenang saja botak. Disini aku bukan melampiaskan amarahku. Aku hanya ingin berterima kasih. Karenamu, aku tahu banyak hal. Jangan melihat seseorang hanya dari luarnya saja. Akupun jadi sering menundukkan pandangan. Juga karenamu, sekarang aku jarang terlambat masuk kelas, karena tidak perlu memakan waktu lama untuk menata rambut.
Disini aku juga ingin berpamitan. Tolong ucapkan terimakasih, kepada orang yang memotong rambutku. Aku tak akan melupakan semua ini. Semua pelajaran yang telah kau berikan untukku.
Ketika rambut sudah mulai tumbuh.